Rapuh

Harapan seteguh tembok yang ku bina demi menempuh hidup,

Rupanya seperti serapuh tali bila badai datang menerjah,

Segagah pahlawan menuju medan perang bila ku melangkah ke hadapan,

Rupanya begitu pantas ku terkulai layu bila diduga di pertengahan perjalanan.

Sungguh bergelodak jiwa ragaku bagai Lautan Hindi dilanda taufan,

Sungguh hilang arah pandu bagai tersesat di tengah  Gurun Sahara membakar.

Menanti gelap malam menjelma mengundang keresahan disulami ketakutan,

Bagaikan tidak mahu bertemu malam dek kenangan kelam masa silam.

Terbit fajar menyinsing di ufuk Timur seakan seiring membawa sinar harapan,

Bagaikan hari ini bakal memadam segala sejarah hitam yang pernah cuba dihadam.

Selatan ke Utara ku meredah bumi terbentang luas,

Mencari sekelumit ketenangan, mengumpul segenggam kekuatan, mendamba secebis kebahagiaan,

Andai diri ini tidak bertemu dengan apa yang dimahukan,

Biarlah TUHAN menemukan dengan apa yang aku perlukan!

image

About Mada Hannan

Kadang-kala berkata tanpa kata itu lebih lancar, berhujah tanpa bersemuka itu lebih jelas, meluah tanpa bertentang mata itu lebih selesa umpama lancarnya air yang mengalir, tenangnya bayu yang bertiup, bebasnya burung yang terbang di awanan

Posted on May 17, 2014, in ~Coretan~. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: