:: Perapian diri berbaki ::

Menghitung detik waktu berlalu pergi terasa begitu lambat sekali. Jika dulu mungkin segalanya dirasakan begitu pantas berlalu, hingga tidak terasa setahun bagaikan sebulan sahaja meninggalkan pergi. Namun, sejak di beritahu mengenai ‘berita’ itu, segalanya berubah dan telah merubah hidup yang mendatang. Mugkin berbaki beberapa tahun mendatang ini akan menjadi antara detik-detik yang bermakna dan paling berharga dalam menempuhi alam kehidupan di sini, sebelum melangkah ke alam yang kekal abadi..

Mengimbau seketika bila mana kali mana mendengar ‘berita’ itu, seolah-olah detik waktu terhenti seketika. Bagaikan degupan jantung yang selama ini berdenyut bagaikan berhenti seketika, denyutan nadi yang selama ini dirasa seolah telah hampir tiada daya. Antara sedar dan tidak, antara reality atau fantasi, ‘berita’ itu telah mengubah  keseluruhan perancangan hidup pada masa mendatang. Nafas seolah-olah terhenti, padangan seolah-olah menjadi kelam, pendengaran mulai menjadi kabur, kaki mulai merasai longlai, kesempitan mulai dirasa, kesesakan mula menyiksa, komplikasi sering saja mejelma,  langkah mula terasa sepi, kegembiraan mulai melangkah pergi, kebahagiaan mulai hilang dinikmati, seumpama dunia ini telah terhenti… segalanya pasti akan berubah.

there is always hope

Beberapa ketika hidup menjadi hilang arah, semuanya tidak diendah, fikiran menjadi buntu, perasaan bertukar sepi, persoalan besar bermain di benak hati, sudah cukupkah persediaan aku sebelum pergi??

Aku mulai sedar, ‘berita’ itu seumpama ‘timing bomb’ yang memakan diri saban hari, mengetahuinya mungkin telah mengubah keseluruhan hidup ini, tapi adakah aku perlu terus kekal begini? Hingga tiba saatnya terjadi??

Aku harus berubah, aku tidak boleh duduk berdiam diri, seolah-olah telah menyerah diri, sedangkan ‘berita’ itu belum pasti terjadi, walhal mungkin ia jua hanya sebuah mimpi ngeri,  bahkan ia mungkin benar akan terjadi, setidaknya ‘timing bomb’ ini telah memberi gambaran awal, untuk memberikan lebih perhatian, bila saatnya telah menjelang, sebelum dijemput pulang

Memerah segala keringat, mengumpul semula semangat, membina motivasi yang telah hilang, mencari semula kedamaian yang hilang, memburu kembali kebahagiaan yang kian hilang. Sedetik waktu yang berbaki kini begitu dihargai, senafas baru yang dinikmati harus disyukuri, segala yang diberikan peluang dan ruang ini jangan membiarkan walau sedetik ia berlalu tanpa arti.

Melazimkan diri mengukir senyuman di bibir berseri, sedangkan di dasar hati hanya TUHAN yang Mengerti, itulah azam yang dipasak kukuh di dasar hati. Peluang itu masih lagi diberikan seperti sebelum ini, Cuma yang membezakannya adalah ‘kepuasan’ menikmati peluang yang diberi.

never lose hope

Cuba membuat persiapan sesempurna mungkin sebelum ia terjadi, menyiapkan bekalan yang terbaik untuk diri, ingin menyumbangkan material sedang diri bukanlah hartawan, ingin meninggalkan karya sedang diri bukan seniman, ingin meninggalkan anak didik sedang diri bukanlah pendidik, cukuplah andai diri ini cuba membuat perapian dan persediaan yang sehabis baik mengikut kemampun maksima diri…

Andai benar seperti yang direncanakan ‘berita’ itu, moga diri ini tidak akan menyesali dengan apa yang telah di tinggal pergi, dengan apa yang bersama di bawa kembali..(=

About Mada Hannan

Kadang-kala berkata tanpa kata itu lebih lancar, berhujah tanpa bersemuka itu lebih jelas, meluah tanpa bertentang mata itu lebih selesa umpama lancarnya air yang mengalir, tenangnya bayu yang bertiup, bebasnya burung yang terbang di awanan

Posted on December 2, 2012, in ~Coretan~. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: