ketakutan Insan yang paling berani

Imam al-Zahabi berkata mengenai Umar al-Khattab..

Pada suatu malam, dia keluar mengelilingi ke pelusuk-pelusuk perkampungan di Madinah. Tiba-tiba dia terdengar suara seorang perempuan yang sedang menangis disebalik pintu rumahnya. Umar terdiam sebentar, bersama dengannya adalah Aslam dan Aslam bertanya kepadanya:

“Apa yang terjadi tuan?”

Sementara Umar terus menangis dan berkata:

“Wahai Aslam, mari kita pergi.”

Aslam berkata:

“Kami kembali ke baitulmal  milik kaum Muslimin, lalu Umar membawa seguni lemak, seguni minyak dan seguni tepung (gandum).

Umar berkata:

“Tolong letakkan ini di bahuku”

Aslam berkata:

“Wahai Amirul Mukminin, biarkan aku sahaja yang mengangkatnya.”

Umar berkata:

“Apakah engkau akan menanggung dosa-dosaku kelak  di hari akhirat?”

Aslam berkata:

“Umar sendiri yang membawanya. Demi Allah swt, aku melihatnya berlari-lari kecil di depanku. Dia masuk ke rumah tersebut dan meminta izin duduk di sudut rumah untuk membuat hidangan makanan malam bagi keluarga itu.”

Maka perempuan itu bertanya kepadanya:

“Siapakah kamu? Semoga Allah swt merahmatimu. Demi Allah, kamu lebih baik daripada Umar.”

Seumpama perempuan itu mengatakan:

Dengan segala rendah hati, layanan dan bantuanmu dalam mempersiapkan urusan rumah tangganya, engkau lebih baik daripada Khalifah Umar al-Khattab. Padahal dia belum mengetahui insan di hadapannya itu adalah Umar al-Khattab.

Aslam berkata:

“Tatkala kami sudah selesai, aku pun pulang bersamanya, sementara azan Subuh mulai kedengaran, lalu dia mendirikan solat Subuh bersama kami. Tatkala dia sampai di bacaan firman Allah swt pada surah as-Shaafat; ayat 24:

“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentiannya) karena mereka akan di tanya.”

Umar pun menangis, hingga orang yang berada pada barisan paling akhir dapat mendengar esak tangisannya. Selepas itu, dia sakit selama sebulan karena perasaan takutnya ia kepada Allah.

 

Begitulah keimanan yang tersangat tinggi oleh Saidina Umar al-Khattab. Dia takut andai ada tanggungjawabnya sebagai khalifah tidak terlaksana dan akan dipersoalkan bila berada di depan Allah kelak. Hingga ke tahap inilah keimanan dan takutnya Umar al-Khattab kepada Allah sedangkan dia sendiri telah dijanjikan oleh Rasulallah saw antara 10 sahabat yang telah di jamin syurga.

Bagaimanakah kita pula? Renungan dan peringatan yang tersangat penting lebih-lebih lagi untuk diri sendiri sering alpa, ditenggelami noda, dipenuhi dosa.. T_T

 

About Mada Hannan

Kadang-kala berkata tanpa kata itu lebih lancar, berhujah tanpa bersemuka itu lebih jelas, meluah tanpa bertentang mata itu lebih selesa umpama lancarnya air yang mengalir, tenangnya bayu yang bertiup, bebasnya burung yang terbang di awanan

Posted on July 30, 2012, in ~Coretan~ and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: