Bahagiakah dengan materialisme semata?

Ramai di antara kita menyangka mereka telah memperoleh kebahagiaan bila mana telah mengecapi kesempurnaan dalam materialistic dalam hidupnya termasuklah aku sendiri kadang-kala.

Tetapi hakikatnya kebahagiaan dan ketenangan itu bukanlah terletak semata pada materialisme walaupun tidak dapat dinafikan dengan materialisme menjadi antara faktor kepada kebahagiaan dan ketenangan.

Berapa ramai orang mampu memiliki kediaman yang mewah, namun hakikatnya tiada kebahagiaan di dalamnya

Berapa ramai orang mampu menikmati hidangan yang lazat dan enak, namun hakikatnya tidak dapat menikmati selera ketika makan

Berapa ramai orang mampu melelapkan mata di atas tilam yang empuk, namun hakikatnya tidurnya tidak lena dan tidak pernah puas

Berapa ramai orang memiliki wang simpanan dan asset yang banyak, namun hakikatnya dia tidak pernah merasa cukup dan sentiasa risau bimbang takut akan keselamatan asetnya.

Berapa ramai orang memiliki pangkat yang tinggi dan dihormati oleh mereka sekelilingnya, namun hakikatnya hati dan perasaannya selalu sahaja risau akan musuhnya yang mungkin akan menyerangnya.

Itulah lumrahnya kehidupan ini, mungkin mata kita menilai mereka yang dihiasi dengan kekayaan, dihamparkan dengan kemewahan, dipenuhi dengan jawatan telah merasai kesempurnaan dan kebahagiaan dalam hidupnya, namun pada kaca mata mereka semua ini tidak memberikan kepuasan bahkan ada sebahagiannya hanya mengundang penderitaan dan penyiksaan!

Ramai pula yang kita lihat secara nyata hidup dalam serba-serbi Kekurangan..

Untuk menyara hidup hanya dengan membanting tulang empat kerat, kais pagi makan pagi kais petang makan petang

Untuk bergerak menuju ke destinasi hanya bertunggangkan kenderaan uzur seperti motor kapcai

Untuk memiliki perhiasan jauh sekali, pakaiannya kelihatan lusuh..

Untuk menikmati kemewahan kediaman hanya igauan, rumahnya mungkin bagi mata yang terlalu menilai materialistic tidak ubah seperti teratak using

Untuk tidur di atas katil yang lembut mungkin tidak pernah, hanya beralaskan tikar mengkuang yang meninggalkan kesan di badan bila melabuhkan punggung padanya tambah pula bila dihenyek dengan badan

Tapi hakikatnya mereka inilah yang berasa tenang, bahagia dan selesa dalam hidupnya..

 

Yang hakiki adalah kebahagiaan hati,  yang dinikmati adalah ketenangan jiwa, bukan yang dipandang dengan kesedapan mata, bukan yang didamba oleh nafsu semata.

Puaskan hati begitu susah sekali, apatah lagi memenuhi kepuaasan diri yang hanya memandang materialistic. Tapi cukuplah kita merasai dan menikmati kebahagiaan hati dan ketenangan jiwa, tiada siapa bisa merampasnya dari kita, lebih-lebih lagi bila kita sudah berasa sangat dekat dengan SANG PENCIPTA..^_^

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 (ar-ra’d :28)

About Mada Hannan

Kadang-kala berkata tanpa kata itu lebih lancar, berhujah tanpa bersemuka itu lebih jelas, meluah tanpa bertentang mata itu lebih selesa umpama lancarnya air yang mengalir, tenangnya bayu yang bertiup, bebasnya burung yang terbang di awanan

Posted on July 10, 2012, in ~Coretan~ and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: