Andai..

Pagi-pagi pergi ke ladang,
Buat menyemai si benih padi,
Tingi-tinggi si Gunung Ledang,
Tinggi lagi harapan di hati,
Walau bibir ini ibarat terkunci,
Namun hati ini berharap agar difahami,
Kepada sesiapa yang sudi memahami…

 

Dari mana punai melayang,
Dari sawah turun ke padi,
Dari mana datangnya sayang,
Dari mata turun ke hati,
Mata ini memandang dengan penuh mengerti,
Beharap agar kata hati ini dapat difahami,
Mungkin terlalu sukar untuk difahami,
Itulah dia siapa sebenarnya diri ini…

 

Kalau padi katakan padi,
Jangan kami tertampi-tampi,
Kalau sudi katakan sudi,
Jangan biar kami ternanti-nanti,
Penantian begitu menyiksa diri,
Tidak mampu diteruskan lagi,
Kalau sudah tidak ingin dimiliki,
Janganlah biarkan diri ini bergantung tanpa tali,
Biarlah saya melangkah pergi memujuk hati…

 

 

Penat saya menanam padi,
Nenas jua ditanam orang,
Puas saya menabur budi,
Emas jua dipandang orang,
Jika diri ini tidak dihargai,
Biarlah saya membawa diri,
Mungkin itu lebih disenangi,
Agar saya tidak terus dibenci…

 

 

 

 

 

About Mada Hannan

Kadang-kala berkata tanpa kata itu lebih lancar, berhujah tanpa bersemuka itu lebih jelas, meluah tanpa bertentang mata itu lebih selesa umpama lancarnya air yang mengalir, tenangnya bayu yang bertiup, bebasnya burung yang terbang di awanan

Posted on July 2, 2012, in ~Coretan~ and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: